
Kota Malang, PintuMalang.id – Sebanyak 19 tenant tampil di Mal Olympic Garden (MOG) pada Jumat (10/11), memamerkan serta memasarkan produk berbahan dasar kelapa sawit sebagai Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) binaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Acara ini resmi dibuka oleh Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman, yang mengungkapkan bahwa produk sawit saat ini diintroduksi ke Kota Malang untuk dikenalkan kepada masyarakat.
Event berlangsung selama tiga hari hingga 12 November 2023, memungkinkan pengunjung untuk menjelajahi beragam produk berbahan dasar sawit. Mulai dari makanan yang diolah dari minyak sawit, sabun, body lotion, tas rajut, hingga tinta.
Dengan 400 UKMK binaan BPDPKS tersebar di seluruh Indonesia, Eddy menyatakan komitmen untuk mengarahkan produk-produk ini agar dapat merambah pasar internasional. Indonesia, sebagai produsen terbesar kelapa sawit, memiliki potensi komersial yang tinggi yang dapat diintegrasikan dengan berbagai sektor industri.
Eddy menyoroti bahwa meskipun Indonesia dikenal sebagai produsen utama minyak sawit, banyak orang hanya mengetahui tentang minyak tersebut. Seiring 24 jam kegiatan sehari-hari, berbagai produk berbahan dasar sawit dapat digunakan, mencakup berbagai kebutuhan.
Pihak BPDPKS menghadapi isu-isu negatif terkait produk sawit, termasuk klaim bahwa produk ini tidak sehat dan merusak lingkungan. Eddy menyebutkan bahwa informasi tersebut sering berasal dari negara-negara pesaing, yang mencoba menghadapi keunggulan kelapa sawit dengan menyebarkan hoaks terkait produk tersebut.

Dalam upaya untuk memperjuangkan manfaat kelapa sawit, Eddy menekankan bahwa kelapa sawit ditanam di lahan yang telah rusak untuk memulihkannya, dan produk kelapa sawit tidak mengandung kolesterol tinggi. Selain itu, kehidupan hayati di sekitar perkebunan kelapa sawit tetap baik. Dari perspektif iklim, kelapa sawit juga menjadi penyerap CO2 terbaik dan hanya menghasilkan CO2 dalam jumlah yang kecil.
Eddy Abdurrachman mengakui bahwa BPDPKS terus berupaya memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat mengenai manfaat kelapa sawit. Beliau menegaskan bahwa sawit memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, termasuk dalam upaya restorasi lahan yang terdegradasi. Selain itu, Eddy mencatat bahwa kelapa sawit memiliki kontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia, menciptakan lapangan kerja dan memperkuat sektor UKMK. Dengan menghadirkan sejumlah produk inovatif di MOG, BPDPKS berharap dapat membangun kesadaran positif di kalangan masyarakat terkait potensi dan keberagaman produk yang dihasilkan dari industri kelapa sawit.
(llk’s)