Pintu Malang Media

Cara kirim artikel

logo_head1

Reses di Sumbersari, DPRD Kota Malang Serap Aspirasi Kader Kesehatan Soal BPJS hingga Kasus HIV dan TBC

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo ST MT peduli tenaga kesehatan

PINTU MALANG MEDIA – Ratusan kader kesehatan menghadiri kegiatan reses awal tahun 2026 yang digelar di Balai RW 1 Sumbersari, Selasa (9/2). Dialog tersebut menjadi ruang penyerapan aspirasi masyarakat, khususnya terkait layanan kesehatan di Kota Malang.

Dalam forum tersebut, berbagai persoalan mengemuka. Mulai dari kepesertaan BPJS Kesehatan yang dinonaktifkan hingga meningkatnya temuan kasus penyakit menular di sejumlah wilayah.

Anggota DPRD Kota Malang dari Daerah Pemilihan Lowokwaru, Ginanjar, menyebut persoalan BPJS Kesehatan yang dinonaktifkan berkaitan dengan pembaruan data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN) yang masih perlu penyelarasan.

“Ini menjadi perhatian kita karena memang harus dilakukan ground checking atau verifikasi. Ada perubahan desil yang menyebabkan data masyarakat berpindah. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan untuk menyelaraskan data,” terang politisi Partai Gerindra tersebut.

Menurutnya, validitas data menjadi kunci agar masyarakat yang berhak tetap bisa mengakses layanan kesehatan melalui BPJS tanpa hambatan administratif.

Selain persoalan kepesertaan BPJS, kader kesehatan juga melaporkan temuan kasus penyakit menular seperti HIV, TBC, dan ISPA di wilayah Sukun dan Sumbersari. Dengan cakupan pemeriksaan yang semakin luas, jumlah temuan kasus pun terlihat meningkat.

Di satu sisi kami prihatin, tapi di sisi lain ini menunjukkan kinerja yang baik karena kasus bisa ditemukan lebih cepat dan segera ditangani,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari aspirasi tersebut, DPRD Kota Malang menargetkan penyelesaian Peraturan Daerah tentang penanggulangan penyakit menular HIV/AIDS dan TBC pada 2026. Regulasi tersebut diharapkan mampu memperkuat langkah pencegahan dan penanganan di tingkat daerah.

Tak hanya itu, intensifikasi layanan kesehatan juga akan terus dilakukan agar penanganan kasus di lapangan bisa lebih optimal dan tepat sasaran.

Ginanjar juga menegaskan pentingnya peran kader Posyandu dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, kader merupakan ujung tombak karena berinteraksi langsung dengan warga setiap bulan, mulai dari bayi hingga dewasa.

Posyandu tetap eksis karena kader lah yang menjadi ujung tombak. Mereka yang setiap bulan berinteraksi langsung dengan masyarakat, melakukan sosialisasi dan edukasi kesehatan,” tegasnya. (Adv)

Baca Juga:

No Content Available

Terpopuler

Scroll to Top