Pintu Malang Media

Cara kirim artikel

logo_head1

PT Amerta Indah Otsuka Perkuat Persahabatan Indonesia–Jepang Melalui Culture Exchange, Generasi Muda Bersatu Wujudkan Masa Depan Berkelanjutan

PINTUMALANGMEDIA – PT Amerta Indah Otsuka kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penyelenggaraan Culture Exchange Program yang mempertemukan siswa JOTO High School Tokushima, Jepang, dengan siswa Brawijaya Smart School (BSS) Malang (6/8). Program yang digelar di Kota Malang tersebut menjadi wadah kolaborasi generasi muda kedua negara untuk saling belajar tentang budaya, lingkungan, serta mengembangkan solusi bersama dalam mendukung ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Drs. Gamaliel Raymond H.M., M.AP, Direktur Yayasan Brawijaya Smart School Dr. Binti Maksuda, serta perwakilan manajemen PT Amerta Indah Otsuka. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan dukungan terhadap kolaborasi internasional yang mendorong lahirnya generasi muda peduli lingkungan dan keberlanjutan.

Program pertukaran budaya ini merupakan kelanjutan kerja sama yang telah terjalin antara JOTO High School dan Brawijaya Smart School sejak partisipasi mereka dalam World Kansai Expo 2025 melalui tema Resource Recycling. Melalui tema tersebut, para pelajar didorong untuk mengembangkan inovasi berbasis ekonomi sirkular dan pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab.

Salah satu hasil kolaborasi yang menjadi sorotan adalah hadirnya Circulating Giboshi. Giboshi merupakan ornamen tradisional Jepang yang banyak ditemukan di Prefektur Tokushima sebagai pelindung tiang jembatan dan dipercaya sebagai simbol perlindungan dari berbagai marabahaya.

Dalam proyek ini, Giboshi dimaknai ulang menjadi simbol keberlanjutan. Para siswa dari Jepang dan Indonesia mengumpulkan botol plastik bekas yang kemudian didaur ulang menjadi karya seni berbentuk Giboshi. Karya tersebut merepresentasikan harapan bersama akan masa depan bumi yang lebih baik sekaligus menjadi simbol persahabatan lintas negara.

Sebagaimana filosofi yang diusung dalam World Kansai Expo 2025, setiap Giboshi membawa doa, harapan, dan komitmen generasi muda untuk menjaga bumi melalui aksi nyata pengurangan sampah plastik dan pemanfaatan kembali material yang telah digunakan. Karya tersebut menjadi bukti bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dibangun melalui kolaborasi lintas budaya dan generasi.

Perwakilan PT Amerta Indah Otsuka, Kozue Nakada, mengatakan bahwa perusahaan meyakini pendidikan dan kolaborasi merupakan fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Di Otsuka, kami percaya bahwa sustainability bukan hanya mengenai bagaimana perusahaan menjalankan bisnis secara bertanggung jawab, tetapi juga bagaimana kami dapat menginspirasi generasi berikutnya untuk menjadi bagian dari solusi. Melalui Culture Exchange ini, kami ingin membangun jembatan persahabatan antara Indonesia dan Jepang sekaligus menanamkan nilai bahwa setiap tindakan kecil, seperti mendaur ulang satu botol plastik, dapat memberikan dampak besar bagi masa depan bumi,” ujarnya.

Menurut Kozue Nakada, program tersebut juga memiliki makna emosional karena Prefektur Tokushima merupakan tempat kelahiran Otsuka Group. Karena itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Jepang melalui pendidikan, budaya, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Gamaliel Raymond, mengapresiasi langkah PT Amerta Indah Otsuka yang menghadirkan pembelajaran lingkungan melalui pendekatan kreatif dan kolaboratif.

Keberhasilan membangun kota yang berkelanjutan sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda. Program seperti ini menunjukkan bahwa edukasi lingkungan dapat dikemas secara kreatif melalui pertukaran budaya dan kolaborasi internasional. Kami berharap semakin banyak anak muda yang terdorong menerapkan gaya hidup yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan menjadi agen perubahan di masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Yayasan Brawijaya Smart School, Dr. Binti Maksuda, menilai pengalaman belajar bersama siswa Jepang memberikan manfaat yang jauh melampaui aspek akademik.

Anak-anak kami tidak hanya belajar mengenai budaya Jepang, tetapi juga belajar tentang kepemimpinan, komunikasi lintas budaya, kemampuan berkolaborasi, serta bagaimana menjadi warga dunia yang memiliki kepedulian terhadap isu-isu global seperti perubahan iklim dan pengelolaan sampah. Pengalaman ini membentuk karakter mereka sebagai global citizens yang siap menghadapi tantangan masa depan,” tuturnya.

Sepanjang kegiatan, para siswa mengikuti berbagai sesi diskusi mengenai resource recycling, pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, dan aksi lingkungan. Mereka juga saling bertukar pengalaman mengenai kondisi lingkungan di Indonesia dan Jepang serta mengembangkan berbagai gagasan yang dapat diterapkan di sekolah maupun masyarakat.

Mengusung tema “An Invisible Bridge Uniting Youth for a Sustainable Future”, program ini diharapkan menjadi awal dari semakin banyak kolaborasi yang mempererat hubungan Indonesia dan Jepang sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, PT Amerta Indah Otsuka kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada bidang pendidikan berkualitas, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, kemitraan global, serta pelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.(llk)

Baca Juga:

No Content Available

Terpopuler

Scroll to Top