
Menuju Mtropolitan : Lalu-Lalang kendaraan melintas di Jalan Basuki Rahmat
PINTU MALANG MEDIA – Penetapan Kota Malang sebagai calon kota metropolitan mendapat sambutan positif dari kalangan legislatif. Status tersebut dinilai bukan sekadar simbol administratif, melainkan peluang strategis untuk mendorong percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi, menilai pencalonan itu sebagai langkah yang wajar. Salah satu indikatornya adalah jumlah penduduk yang kini telah melampaui satu juta jiwa. Dengan angka tersebut, Malang secara demografis dinilai telah masuk kategori kota besar yang membutuhkan tata kelola serta infrastruktur setara kawasan metropolitan.
Menurut dia, peningkatan status akan berdampak langsung pada arah kebijakan pembangunan. Pemerintah daerah dituntut memperkuat layanan publik, mulai dari sektor transportasi, perumahan, hingga fasilitas sosial. Di sisi lain, peluang pengembangan kawasan ekonomi juga semakin terbuka lebar.
Arah pembangunan Kota Malang sejauh ini sudah menunjukkan ciri-ciri sebagai kota metropolitan. Mulai dari geliat pembangunan infrastruktur dan meningkatnya aktivitas ekonomi,” jelas politisi Partai NasDem tersebut. Dito optimistis status calon metropolitan akan memperbesar peluang Kota Malang mendapatkan proyek prioritas nasional.
Dukungan pemerintah pusat diyakini lebih mudah mengalir ketika sebuah daerah masuk dalam perencanaan kawasan strategis. Dampaknya tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan arus investasi.
Peningkatan investasi yang datang akan berdampak langsung terhadap pergerakan ekonomi. Termasuk membuka peluang kerja baru dan memperkuat sektor usaha masyarakat,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan momentum tersebut harus diimbangi dengan kesiapan regulasi dan perencanaan yang matang. Tanpa penguatan tata ruang dan pengendalian pertumbuhan, status metropolitan berpotensi memunculkan persoalan baru seperti kemacetan hingga ketimpangan wilayah.
Karena itu, DPRD mendorong seluruh perangkat daerah bersinergi menyiapkan fondasi menuju kota metropolitan yang berkelanjutan, modern, dan tetap memperhatikan kualitas hidup masyarakat. (*)