
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang,Dito Arief Nurakhmadi
PINTU MALANG MEDIA– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang meminta Pemerintah Kota Malang segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan Alun-alun Merdeka Kota Malang pascarevitalisasi. Desakan ini muncul setelah tercatat 62 laporan anak terpisah dari orang tua dalam dua hari sejak alun-alun dibuka kembali.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi, menilai tingginya angka anak terpisah tersebut menjadi alarm serius bagi pengelola kawasan. Ia menyebut kondisi itu dipicu oleh antusiasme masyarakat yang sangat tinggi sehingga membuat alun-alun dipadati pengunjung.
Bukan overcapacity, tapi over kehadiran. Antusias masyarakat luar biasa karena ini ruang publik baru. Suasananya jadi sangat crowded,” ujar Dito, Senin (2/2).
Meski demikian, ia menegaskan peristiwa tersebut bukan kategori anak hilang, melainkan terpisah dari pengawasan orang tua. Kondisi serupa, menurutnya, bisa terjadi di berbagai ruang publik lain, termasuk pusat perbelanjaan. Namun kejadian di Alun-alun Merdeka tetap harus menjadi bahan evaluasi serius bagi Pemkot Malang.
Kejadian kemarin harus menjadi evaluasi, khususnya bagi pengelola Alun-alun Merdeka. Sarana prasarana pendukung seperti CCTV, pengeras suara, dan pusat informasi itu sangat penting,” tegasnya.
DPRD Kota Malang mendorong agar Pemkot tidak hanya berfokus pada aspek estetika revitalisasi, seperti taman bermain dan air mancur, tetapi juga memastikan kesiapan fasilitas pendukung keselamatan pengunjung, terutama anak-anak. Dito menilai sistem peringatan melalui pengeras suara perlu dioptimalkan untuk mengingatkan orang tua agar tetap waspada di tengah kepadatan.
Announcer atau pengeras suara harus aktif mengingatkan pengunjung agar tidak terlepas dari anak-anaknya. Karena dalam kondisi ramai, hal seperti ini sangat mungkin terjadi,” jelasnya.
Menanggapi anggapan bahwa Alun-alun Merdeka dibuka terlalu cepat tanpa persiapan matang, Dito menilai lonjakan pengunjung memang sulit diprediksi. Terlebih pembukaan bertepatan dengan akhir pekan sehingga jumlah pengunjung membludak.
Mungkin tidak terprediksi oleh Pemkot. Tapi itu wajar untuk awal. Yang terpenting, ini harus jadi pembelajaran dan evaluasi agar fasilitas pendukung segera dilengkapi,” katanya.
Komisi C DPRD Kota Malang menekankan evaluasi perlu segera direalisasikan, mengingat Alun-alun Merdeka berada di kawasan strategis yang berdekatan dengan Kayutangan Heritage dan dipastikan akan terus ramai dikunjungi warga lokal maupun wisatawan.
Evaluasi harus cepat dilakukan. Petugas lapangan perlu ditambah, CCTV dipasang, pengeras suara dimaksimalkan. Termasuk penataan parkir dan PKL, karena itu satu kesatuan dalam pelayanan publik,” pungkasnya.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang mencatat selama dua hari terdapat 36 laporan anak terpisah pada Minggu (1/2) dan 26 laporan pada Senin (2/2). Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, memastikan seluruh anak yang dilaporkan berhasil ditemukan dalam kondisi aman dan telah kembali kepada orang tua masing-masing. Mayoritas kasus terjadi saat anak bermain di area playground dan luput dari pengawasan orang tua. (Adv