
Pintu Malang Media- Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada tanggal 4 November 2025 lalu menimbulkan dampak kerugian bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Lumajang. Selain mengakibatkan kerusakan pada belasan rumah warga, banjir lahar Gunung Semeru di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, juga menyebabkan lima ekor kambing mati tertimbun material vulkanik.
Kondisi tersebut memaksa warga, dengan dibantu anggota TNI, mengevakuasi ratusan ternak dari kandang karena situasi yang dianggap membahayakan. Proses bantuan dilakukan dengan penuh risiko, di mana warga dan petugas harus mengerahkan derasnya aliran banjir lahar demi menyelamatkan kambing dan sapi milik warga.

Tercatat sebanyak 259 ekor kambing dan 17 ekor sapi berhasil diungsikan ke kandang bantuan yang telah disiapkan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang. Kandang sekitarnya tersebut terletak di kawasan Hunian Bumi Semeru Damai, Desa Sumber Mujur, Kecamatan Candipuro.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur (Disnak Jatim) melalui UPT PT dan HMT Jember menyalurkan bantuan berupa pakan dan obat-obatan ternak. Bantuan ini disalurkan langsung ke wilayah terdampak di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, sebagai bentuk kepedulian dan respon cepat pemerintah daerah terhadap peternak korban bencana.

Melalui penyaluran bantuan ini, Disnak Jatim berharap dapat membantu menjaga kesehatan dan kelangsungan hidup ternak yang terdampak erupsi, sekaligus mendukung pemulihan ekonomi warga yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan peternak. Dengan demikian, keberlangsungan usaha peternakan masyarakat diharapkan tetap berjalan selama masa pemulihan pascabencana.(*)