Pintu Malang Media

Cara kirim artikel

logo_head1

Mahasiswa Tewas Diduga Bunuh Diri, DPRD Kota Malang Soroti Pentingnya Kesehatan Mental

Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita

Pintu Malang Media – Seorang mahasiswa dilaporkan meninggal dunia setelah diduga melakukan bunuh diri dengan melompat dari Hotel dan Apartemen Everyday di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Rabu (25/3) sekitar pukul 00.15 WIB.

Peristiwa tragis ini menambah deretan kasus serupa di kalangan pelajar dan mahasiswa di Kota Malang. Sekaligus menjadi peringatan serius akan pentingnya perhatian terhadap isu kesehatan mental.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut langsung ditangani aparat kepolisian. Hingga kini, proses identifikasi korban serta penyelidikan masih berlangsung, termasuk penelusuran latar belakang dan kondisi psikologis korban sebelum kejadian. Dugaan sementara mengarah pada persoalan pribadi, meski belum ada keterangan resmi terkait motif.
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, turut menyoroti peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa persoalan kesehatan mental di kalangan mahasiswa harus menjadi perhatian bersama.

“Saya sudah sampaikan kalau tidak waspada, tentu akan berbahaya,” ujarnya, Rabu (25/3).
Menurutnya, upaya pencegahan tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah, hingga keluarga untuk membangun sistem pendampingan yang lebih kuat.

“Pemerintah bisa mengambil peran dalam memberikan fasilitasi maupun pendampingan,” tambahnya.

Amithya juga mengakui bahwa deteksi dini di lingkungan terdekat kerap menjadi tantangan, mengingat persoalan mental bersifat personal dan tidak selalu mudah dikenali.

Di level paling kecil, kesadaran terhadap hal ini memang sulit karena sifatnya privat,” katanya.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai langkah strategis untuk menekan potensi kasus serupa.

Apartemen Everyday yang menjadi lokasi kejadian diketahui merupakan salah satu hunian yang diminati mahasiswa karena berada di kawasan pendidikan. Hal ini dinilai perlu menjadi perhatian untuk langkah antisipasi ke depan.
“Lokasinya di Kota Malang dan sangat diminati mahasiswa. Harus ada langkah antisipatif,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, DPRD mendorong adanya komunikasi lebih intens antara pemerintah dan pihak kampus, termasuk pimpinan perguruan tinggi, guna memperkuat pengawasan serta pendampingan mahasiswa.
Selain itu, ia juga mengusulkan penyusunan buku panduan mahasiswa yang lebih komprehensif, tidak hanya memuat informasi akademik, tetapi juga edukasi terkait kesehatan mental serta akses layanan bantuan.

Buku panduan mahasiswa harus dibuat lebih lengkap agar mereka memahami berbagai hal, termasuk kesehatan mental,” jelasnya.
Ia menambahkan, pencegahan idealnya dimulai dari lingkungan kampus sebagai ruang terdekat mahasiswa, kemudian diperkuat oleh pemerintah serta dukungan keluarga.

Dimulai dari kampus, lalu diperkuat pemerintah, dan juga melibatkan keluarga,” ujarnya.
Dengan keterlibatan semua pihak, Amithya optimistis kasus serupa dapat diminimalkan.
“Jika semua pihak terlibat dan peduli, kejadian seperti ini sebenarnya bisa dicegah,” pungkasnya. (Adv)

Baca Juga:

No Content Available

Terpopuler

Scroll to Top