Pintu Malang Media

Cara kirim artikel

logo_head1

Menu MBG Kering Ramadan Disorot, Komisi D DPRD Kota Malang Minta Evaluasi Standar Gizi

Contoh menu MBG yang dibagikan untuk tiga hari pada bulan Ramadhan didokumentasikan warga

PINTU MALANG MEDIA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kering khusus Ramadan 2026 di Kota Malang menuai perhatian. Komisi D DPRD Kota Malang angkat bicara setelah menerima berbagai laporan terkait variasi dan kualitas menu yang dibagikan kepada siswa sekolah.

Dari hasil pemantauan di lapangan, komposisi paket MBG kering yang disalurkan oleh masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berbeda-beda. Ada paket berisi telur rebus, kue kukus, kacang goreng, dan kurma. Di lokasi lain, ditemukan paket telur puyuh, kue, pisang, serta kacang rebus. Sementara paket lainnya berisi telur puyuh, kue, belimbing, dan keripik tempe.

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Suyadi, mengaku prihatin setelah melihat langsung isi paket yang diterima siswa selama Ramadan.
“Kasihan masyarakat yang berharap tetapi yang didistribusikan seperti itu. Saya pribadi ikut miris juga,” ujarnya, Rabu (25/2).

Ia menambahkan, persoalan MBG kering juga ramai diperbincangkan di media sosial. Bahkan, sebelumnya sempat muncul keluhan soal kualitas makanan yang diterima siswa.

Menurut Suyadi, komposisi menu perlu ditinjau ulang agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan gizi anak. Ia menyoroti keberadaan buah belimbing dalam beberapa paket yang dinilai berpotensi tidak dikonsumsi siswa.

Belimbing itu tidak semua anak suka. Bisa diganti dengan pisang, apel, atau jeruk yang lebih umum dikonsumsi,” sarannya.

Selain itu, ia juga menilai komponen kacang dalam paket perlu disesuaikan agar lebih menunjang nilai gizi. Kurma, misalnya, dinilai lebih relevan dengan kebutuhan energi saat Ramadan. Ia pun menekankan agar masa kedaluwarsa kue dan kualitas bahan makanan benar-benar diperhatikan.

Komisi D mendorong seluruh SPPG sebagai dapur penyedia MBG untuk mematuhi standar kelayakan gizi yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional. Menurutnya, setiap dapur telah dibekali standar operasional prosedur (SOP) yang jelas.

Semua dapur MBG sudah diberi SOP, mana menu yang harus diberikan, mana yang layak dan tidak. Jangan dilanggar. Kalau dilanggar, jangan salahkan kalau masyarakat berteriak,” tegasnya.

Ke depan, DPRD Kota Malang berkomitmen melakukan pengawasan lebih intensif agar program MBG, termasuk selama Ramadan, benar-benar memberikan manfaat optimal bagi para siswa. (*)

Baca Juga:

No Content Available

Terpopuler

Scroll to Top