
Drainasesistem jacking di jalan bondowoso belum tersambung, rencananya dilanjutkan bersamaan dengan pembangunan drainase Jalan Letjen Sutoyo.
PINTU MALANG MEDIA – Proyek pembangunan drainase di Jalan Bondowoso dan Jalan Letjen Sutoyo bakal segera dimulai. Kalangan legislatif mewanti-wanti eksekutif agar tidak mengulang persoalan seperti yang terjadi pada proyek drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat).
Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan drainase di Soehat sempat memunculkan polemik. Mulai dari perdebatan terkait pemotongan pohon terdampak proyek hingga keluhan kemacetan saat pengerjaan berlangsung akibat material galian yang memakan sebagian badan jalan.
Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi, menegaskan persoalan serupa tidak boleh kembali terulang pada dua proyek drainase berikutnya. Menurutnya, pengalaman tahun lalu seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi Pemkot Malang untuk menyiapkan langkah pencegahan dan mitigasi sejak awal.
“Drainase Jalan Letjen Sutoyo dan Jalan Bondowoso ini lebih poros dan lebih ramai dibandingkan Soehat. Sehingga perlu mitigasi dan penanganan yang lebih baik,” tegas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Arief menilai, seluruh persoalan sebenarnya bisa dicegah apabila koordinasi lintas sektor dilakukan secara optimal. Ia menyoroti kurangnya koordinasi antara Pemkot Malang dan Pemprov Jatim dalam proyek Soehat yang berdampak pada molornya penyelesaian pekerjaan.
“Nanti di Bondowoso–Sutoyo harus mulai dipikirkan bagaimana nasib pohon, bagaimana rekayasa lalu lintas, dan termasuk dampak sosialnya,” ujarnya.
Ia menekankan, tidak boleh lagi muncul alasan perbedaan kewenangan antara pemerintah kota dan provinsi yang berujung pada lambannya penanganan persoalan di lapangan.
Menurutnya, untuk ruas Jalan Letjen Sutoyo hingga Jalan Jaksa Agung Suprapto, persoalan rekayasa lalu lintas menjadi perhatian utama karena volume kendaraan di jalur tersebut sangat tinggi. Sementara di kawasan Jalan Bondowoso hingga Jalan Raya Tidar dinilai lebih kompleks karena terdapat pengeprasan sejumlah bangunan milik warga yang berpotensi memicu konflik jika sosialisasi tidak dilakukan secara maksimal.
“Kami akan koordinasi dengan DPUPRPKP untuk menyiapkan mitigasi. Kalau pengerjaan setelah Lebaran, masih ada waktu untuk sosialisasi dan persiapan lainnya,” jelasnya.
Terpisah, Kepala DPUPRPKP Kota Malang Dandung Djulharjanto menyampaikan bahwa pengerjaan drainase kemungkinan dimulai Maret atau April mendatang. Saat ini proses lelang masih berlangsung.
Total anggaran proyek mencapai sekitar Rp 145 miliar dan bersumber dari World Bank. Drainase di Jalan Bondowoso dan Jalan Letjen Sutoyo akan dikerjakan dalam satu paket.
Untuk Jalan Bondowoso, panjang drainase yang dibangun sekitar 1,2 kilometer. Sedangkan di Jalan Letjen Sutoyo mencapai sekitar 1,3 kilometer. (Adv)